Wednesday, December 20, 2017

Marah Seperti Kepiting


Siapa yang tidak tahu kepiting?
Ya... kepiting sangat terkenal dengan rasa nya yang enak, bisa makan 2 piring kalau makan sama kepiting.
Kamu mau tahu caranya menangkap kepiting? Gampang kok!.
Begini caranya: kamu ikat seutas tali yang diberi kerikil sebagai pemberat dikaitkan diujung sebatang bambu. Tali yang diberi pemberat didekat kepada kepiting yang akan kita pancing. Pemberat di senggol-senggolkan ke badan kepiting hingga kepitingnya MARAH. iya... MARAH....
Karena marah kepiting akan menjepit tali pemberat tersebut dengan sangat kencang. Nah, setelah itu tinggal kita angkat pancingannya. Dapat deh tuh kepiting.... gampang kan.

Kenapa kepiting mudah kita tangkap?  Karena dia selalu marah & tersinggung saat diganggu.
Kemarahan seringkali tidak memberi hasil yang efektif, selain “Rasa Puas Sesaat” bagi yang menjalankannya, dan “Rasa Penyesalan Berkepanjangan”.
Jarang kita bisa marah dengan bijaksana. Kebanyakan justru marah secara membabi buta & sekedar melampiaskan emosi. Hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, malah justru memperbesar masalah.

Supaya kita tidak mudah terperangkap dalam kemarahan yang merugikan diri sendiri, cobalah menghindar dari kemarahan yang tidak perlu, tahan emosi, alihkan perhatian. Tarik nafas dalam-dalam dan setelah itu TERSENYUMLAH...
Selamat kita terlepas dari kemarahan yang sangat merugikan.

Jangan Sering marah. Nanti seperti kepiting, bisa dipancing orang. Rugi besar kan.. Bisa kehilangan berkat, teman / jabatan & keuntungan yg lain. Dan ini yg terpenting: hindari menggoda / menyakiti orang sehingga menimbulkan amarah orang lain. Bisa menahan emosi dengan mengendalikan diri tanpa meluapkan kemarahan adalah BIJAK. Bisa membuat orang tidak marah / tersinggung, malahan bisa membuatnya senantiasa tersenyum, berbahagia, dan bersukacita; barulah BIJAKSANA.

Sumber: Internet

Sunday, October 15, 2017

Current Issue on Knowledge Management System for future research: a Systematic Literature Review

Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian terkait knowledge management system (KMS) terus berkembang. Meski ilmu pengetahuan manajemen (KM) sudah lama diperkenalkan oleh Nonaka sejak tahun 1994 namun pembahasan yang berkaitan dengan bidang ini masih dibahas secara intensif. Fenomena penelitian terkait dengan hal ini sering terjadi seiring dengan perkembangan teknologi, budaya, kebutuhan dan kondisi implementasi KM pada sebuah organisasi.
 

Implementasi KM terdiri dari tiga pilar utama, yaitu: manusia, teknologi, dan proses. KMS berfokus pada pilar teknologi. Ketiga pilar ini sama pentingnya dan saling melengkapi. Beberapa tujuan strategis dapat diperoleh organisasi dengan memanfaatkan KMS untuk implementasi KM dalam sebuah organisasi. Terkait berkembangnya teknologi dan budaya, banyak topik baru baru muncul yang terkait dengan KMS, seperti proses penanganan fenomena Big Data, implementasi KMS di media sosial dan lingkungan yang kompleks, dan pengumpulan informasi secara efektif. 
Dengan mengumpulkan, menguraikan, dan mensintesis banyak jurnal, maka tinjauan literatur sistematis menyeluruh (SLR) mengenai isu terkini yang terkait dengan area KMS dan tren penelitian dapat diketahui.
  
Untuk pembahasan detail terkait issue penelitian pada Knowledge Management System, saya juga menulis sebuah paper menarik terkait issue-issue terkini terkait knowledge Management System. paper tersebut telah terpublish di Science Direct, link paper tersebut dapat didownload pada link berikut:
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877050917320483 
 


Atau jika ada yang ingin didiskusikan, silakan menggubungi saya di email mailto:karto_i@binus.edu 

Terima kasih, semoga bermanfaat.
Salam,
Karto

Wednesday, September 6, 2017

Siput dan Katak

Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:
"Hi Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"

Siput menjawab:
"Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari,
Tapi saya mesti membawa cangkang yg berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."

Katak menjawab:
"Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing2, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."

Dan seketika, ada seekor elang besar yg terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...
Siput terharu...
Akhirnya ia baru sadar... ternyata cangkang yang dimilikinya bukan merupakan suatu beban... tetapi adalah kelebihannya...

Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan...

Berkat tidak selalu berupa emas, permata atau uang yang banyak bukan pula saat kita di rumah mewah dan pergi bermobil.

Berkat sebenarnya adalah jiwa dan hati yang tenang ... Karena ketenangan dan kebahagiaan itu sangat mahal sekali ...

"Karena bukan kebahagiaan yg menjadikan kita berSYUKUR tetapi berSYUKURlah yg menjadikan kita bahagia."

Semoga renungan singkat ini berguna bagi pembaca sekalian.
dari seorang teman.

Salam,
Karto

Saturday, June 24, 2017

Nayottama Lulus TK A1

Tanggal 16 Juni 2017 adalah pembagian raport kenaikan kelas, Nayottama Iskandar sebagai murid kelas TK A1 di Perguruan Buddhi bersama teman2 kelas nya yang sebanyak 18 murid telah lulus dan akan naik ke TK B. Berikut foto bersama TK Perguruan Buddhi kelas A1. Bersama Ms. Maria (kiri) dan Ms. Metha (kanan).


Nayottama ada di barisan depan nomor 5.

Semoga kalian semua tumbuh menjadi anak-anak yang hebat, ini adalah langkah awal menuju jalan panjang menuju sukses.

Salam,
Karto (Papa Tama)

Wednesday, June 7, 2017

Software size measurement of knowledge management portal with use case point

Software Engineering atau (SE) adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan manajemen kualitas (Wiki, 2017).

Dalam Software Engineering memiliki topik-topik pembahasan yang menarik terkait dengan pembuatan software / perangkat lunak. Mulai dari tahap communication, planning, design, construction / development, testing, sampai pada implementasi / deployment. 

Banyak ragam  buku yang membahas tahapan tersebut dengan istilah-istilah yang berbeda-beda. Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena dengan inti aktivitas yang mirip-mirip. Pada penulisaan saat ini saya ingin mengfokuskan pada salah satu topik di luar tahapan pembuatan software tersebut tapi masih terkait dengan software engineering, yaitu pengukuran software.

Ya.. pengukuran software menjadi topik menarik karena hal tersebut menjadi dasar bagaimana pengembang dapat menentukan berapa harga software yang dikembangkan tersebut jika mau di rupiahkan.

Banyak metode yang dapat digunakan seperti menggunakan perhitungan jumlah baris program (line of code / LOC) yang paling tua, ada juga yang menggunakan function point, atau yang biasa saya pakai menggunakan Use Case Point.

Untuk pembahasan detail terkait metode Use Case Point beserta contoh perhitungannya dengan real case, saya juga menulis sebuah paper menarik terkait pengukuran software dengan menggunakan metode Use Case dengan judul: Software size measurement of knowledge management portal with use case point, paper tersebut telah terpublish di IEEE, link paper tersebut dapat didownload pada link berikut:
http://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/7863021

Atau jika ada yang ingin didiskusikan, silakan menggubungi saya di email mailto:karto_i@binus.edu 

Terima kasih, semoga bermanfaat.
Salam,
Karto