Hari Uposatha (bahasa Sanskerta: Upavasatha) merupakan hari dimana umat Buddha melakukan perenungan dan pengamatan yang sudah
dilakukan sejak masa kehidupan Buddha Gautama dan masih dipraktikkan
hingga hari ini.
Hari Uposatha, umumnya jatuh setiap tanggal 1, 8, 15, 23 dalam penanggalan bulan (lunar calendar).
Pada hari-hari Uposatha ini, umat awam berusaha melatih diri
dengan menjalankan Atthasila, membawa persembahan ke vihara dan mengisi
waktu mereka di vihara dengan belajar Dhamma dan Meditasi.
Pada hari Uposatha, umat Buddha menjalankan Atthasila, Tujuan dari melatih sila-sila ini adalah untuk mencegah kita
melakukan karma buruk dan untuk mengurangi keinginan duniawi,
kemelekatan terhadap hal-hal yang memanjakan nafsu kita.
Manfaat-manfaat Menjaga Sila Uposatha
1. Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami
(aku bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup)
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, seseorang akan
berusia panjang, memiliki kehidupan yang mulia dan bebas dari penyakit.
2. Adinnadana veramani sikkhapadam samadiyami
(aku bertekad melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan)
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, seseorang akan
memiliki kekayaan dan kekayaan tersebut tidak akan diganggu oleh orang
lain.
3. Abrahmacariya veramani sikkhapadam samadiyami
(aku bertekad melatih diri menghindari perbuatan yang tidak suci).
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, seseorang akan
memiliki tubuh yang bagus dengan warna kulit yang indah, dan juga panca
indera yang lengkap.
* Perhatikan, ini berbeda dengan pancasila biasa, dimana hanya
hubungan seks yang tidak benar, sementara dalam atthasila, sama sekali
tidak melakukan aktivitas seksual.
4. Musavada veramani sikkhapadam samadiyami
(aku bertekad melatih diri menghindari ucapan yang tidak bermanfaat dan tidak benar)
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, seseorang
tidak akan ditipu, dan orang lain akan mendengarkan apa yang ia katakan
5. Suramerayamajja pamadatthana veramani sikkhapadam samadiyami
(aku bertekad melatih diri untuk tidak mengkonsumsi minuman keras dan zat lain
yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan)
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, seseorang akan
memiliki kesadaran dan kewaspadaan yang stabil, indera yang jelas, dan
kebijaksanaan yang sempurna.
6. Vikalabhojana veramani sikkhapadam samadiyami
(aku bertekad melatih diri menhindari makan makanan pada waktu yang tidak tepat).
*yaitu tidak makan
setelah lewat tengah hari sampai dengan esok paginya.
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, seseorang akan
memiliki panen yang bagus dan berlimpah, dan akan memperoleh makanan
dan minuman tanpa perlu berupaya.
7. Nacca-gita-vadita-visukkadassana
mala-gandha-vilepana-dharana-mandana-vibhusanathana veramani sikkhapadam
samadiyami
(aku bertekad melatih diri menghindari menari, menyanyi, bermain musik,
dan pergi melihat pertunjukkan, memakai berhias dengan bebungaan,
wewangian, dan barang kosmetik dengan tujuan untuk mempercantik tubuh)
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, tubuh
seseorang akan harum semerbak, memiliki bentuk dan warna yang menarik,
dan juga disertai dengan berbagai pertanda baik.
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, seseorang akan
memiliki tubuh dan batin yang terkendalikan, dan ucapannya akan
senantiasa menyuarakan Dharma.
8. Uccasayana-mahasayana veramani sikkhapadam samadiyami
(aku bertekad melatih diri menghindari penggunaan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan besar/mewah)
Dalam kehidupan ini dan semua kehidupan yang akan datang, seseorang akan
memperoleh pujian dan penghormatan dari orang lain, dan akan memiliki
tempat tidur dan seprai yang bagus (lembut, hangat, dan sebagainya),
kendaraan, dan hewan untuk bepergian.
Manfaat secara umum
Bila Sila Uposattha dijaga, sekali saja dalam satu masa
kehidupan seseorang, jumlah nilai kebajikan yang terkumpul adalah seluas
angkasa, dan karena ia mengumpulkan kebajikan ini, ia akan secara
bertahap memperoleh kebahagiaan yang sempurna. Dengan memahami hal ini
kita dapat melihat betapa beruntungnya kita karena memiliki kesempatan
untuk mengambil Sila Uposatha, dan betapa berartinya sila ini
pada kehidupan ini. Hal ini seperti menemukan milyaran permata
pengabul harapan.
Walaupun kita mungkin tidak memiliki satu permata berharga atau
uang satu dollar pun, dengan menjaga Sila Uposatha ini kita
pasti akan mencapai kebahagiaan, baik yang sementara ataupun yang
mutlak. Seseorang yang mempunyai cukup banyak permata pengabul harapan
untuk memenuhi angkasa tetapi ia tidak menjalankan bahkan satu sila pun,
ia tidak dapat mencapai kelahiran kembali sebagai manusia atau dewa,
tidak dapat mempraktikkan Dhamma, untuk mencapai salah satu dari tiga
tujuan agung (kelahiran kembali di alam yang baik, pembebasan, atau
pencerahan), dan tidak dapat menikmati lingkungan serta
kenyamanan-kenyamanan yang baik.
Di dalam sutra-sutra, Buddha menjelaskan bahwa bila naga yang terganas
sekali pun, yaitu naga hitam raksasa, tidak dapat mencelakai mereka yang
hidup di dalam kemurnian sila, maka tak perlu diragukan lagi,
makhluk-makhluk lainnya tidak akan dapat mencelakai mereka. Hidup di
dalam kemurnian sila akan membawa kedamaian dan kebahagiaan. Sebagaimana
orang buta tidak dapat melihat bentuk, orang yang hidup tanpa sila-sila
tidak dapat mencapai pembebasan. Manfaat-manfaat sila dapat dijelaskan
tak terhitung banyaknya. Cara yang terbaik untuk melindungi kita dari
bahaya-bahaya eksternal adalah dengan mempertahankan sila di dalam diri
kita.
Berbagai sutra menjelaskan bahwa bila seseorang menjaga Sila Uposatha
dengan baik, para dewa yang menyukai kebajikan akan
melindunginya siang dan malam, selama ia mempertahankan sila tersebut.
Kebajikan yang dikumpulkan
oleh seseorang yang menjaga Sila Uposatha sangatlah kuat. Orang
yang hidup dalam kemurnian sila, yang mempersembahkan kepada Triratna
setetes mentega yang hanya cukup untuk menutupi ujung sebuah jarum, akan
menciptakan nilai kebajikan yang jauh lebih besar daripada orang yang
tidak menjalankan sila, yang mempersembahkan kepada Triratna mentega
seluas samudera.
Nilai kebajikan yang dikumpulkan selama
berkalpa-kalpa oleh orang tidak menjalankan Sila Uposatha tidak
dapat dibandingkan dengan nilai kebajikan yang dikumpulkan dalam waktu
singkat oleh seseorang yang menjalankan Sila Uposatha.
Pada masa kehidupan ini, ia yang mengambil dan mempertahankan kemurnian
Sila Uposatha, pasti akan mendapatkan apa pun yang ia doakan.
Sadhu Sadhu Sadhu,
Semoga bermanfaat
Sumber: Internet, Google.