Monday, March 18, 2019

DCS Sidang Tertutup

Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, hari ini Senin, tanggal 18 bulan Maret tahun 2019 setelah sebulan lebih menjalankan sidang SHP dan melakukan perbaikan saya akan menjalankan Sidang Tertutup pada kelanjutan studi Doktoral Program saya di Universitas Bina Nusantara (BINUS). Lokasi sidang yang semula di Kampus Anggrek dipindahkan ke Kampus Syahdan, ruang Rektorat, ruang meeting besar. Ruang ini sangat elegan, ada map dunia berukuran besar dan sangat nyaman sebagai ruang diskusi, bagi yang pernah meeting di ruangan ini pasti setuju ya, hehe... Sidangnya dijadwalkan pukul 13.30, setelah makan siang segera berangkat ke lokasi, Setelah sampai, langsung siap-siap, Jas, cuci muka, projektor, file presentasi, laser pointer, buku disertasi, dan notebook jangan ketinggalan..


Taraaa.... tepat pukul 13.30 (selalu ontime) waktunya dimulai, deg deg an, grogi pasti, tapi jangan berlebihan, bisa buyar semua yang sudah dibaca, sejenak lupa segalanya, HAIT.... pake jurus tarik nafas yang dalam, keluarkan perlahan (jika perlu ulangi lagi), sudah tenang dan releks kembali. Tim promotor dan penguji telah berkumpul semua, sidang dimulai. Presentasi selama 20 menit (jujur grogi) sempat beberapa slide jadi blank, mau ngomong apa ya, walaupun sudah latihan berkali2 dan udah hafal luar kepala, tetapi di moment2 tertentu ada aja yang lupa, duh.... dasar umur, tapi ya kembali lagi, jurus tarik nafas dalam2 dan menurunkan tensi, cukup efektif) hasilnya presentasi pun lancar.


Dilanjuti dengan sesi tanya jawab seputar penelitian oleh tim penguji dan tim promotor.

Nah ini dia nih... 1 jam yang menegangkan, jujur.... harus persiapan yang sangat sangat baik...
cut... sensor yang bagian ini, hehe....

Jika penasaran mau tahu detailnya, japri aja ya (you know how to contact me, right)
....

Langsung menunggu hasil diluar.
Sambil berdoa diluar, ngobrol2 ringan dengan rekan-rekan rektorat, Bu Ursula, Mbak Heni. duh... H2C deh (harap harap cemas).
Sementara itu didalam ruangan tim promotor dan tim penguji sedang berdiskusi hasil sidang. dag dig duk, dag dig dug (you know what sound is it :)
Ini moment yang sangat menegangkan.

Kemudian dipanggil kembali ke dalam ruangan, dan diumumkan hasilnya, hasil diumumkan oleh Ketua Penguji (Prof. Edi Abdurachman) dan puji Tuhan hasil nya LULUS. (duh... rasanya senang banget, lega, plong).

Sesi foto bersama:

(Edi Abdurachman, Ford Lumban Gaol, Karto Iskandar, Harjanto Prabowo, Raymond Kosala, Agung Trisetyarso)


Oh ya, tim  penguji berhalangan Pak Bonifasius Wahyu Pudjianto, karena ada tugas kantor dan sedang berada di luar negeri. (Namun beliau akan memberikan nilai, saran dan masukkan nantinya).

Setelah sidang ini, ada notulen sidang berisi daftar saran dan perbaikan yang harus dilakukan. Semangat Karto..... segera lakukan perbaikan, jangan tunda-tunda dan Go Sidang Terbuka.

Salam,
Karto

Friday, February 8, 2019

DCS Sidang Hasil Penelitian

Puji Tuhan, hari ini Jumat, tanggal 8 bulan Februari tahun 2019 saya akan menjalankan Sidang Hasil Penelitian (SHP) pada kelanjutan studi Doktoral Program saya di Universitas Bina Nusantara (BINUS). Lokasi sidang pada Kampus Syahdan, ruang Rektorat, ruang meeting besar. SHP dijadwalkan pukul 10.00 namun karena semangatnya jam 6 pagi sudah sampai di kampus (semangat pagi... hehe).


Setelah sampai, segera siap-siap, projektor, file presentasi, speaker, laser pointer, dan sedikit dandan, haha biar segar. Latihan presentasi dulu.

Tepat pukul 10.00 (ontime sekali ya) it's show time.... presentasi selama 20 menit hasil penelitian yang telah dilakukan (plus pake jas, wuih.... keren jasa dah)

Dilanjuti dengan sesi tanya jawab seputar penelitian oleh tim promotor.
selama sidang, berjalan dengan kondusif, pertanyaan, masukan dan saran semua bersifat membangun, terima kasih kepada tim promotor (Prof. Harjanto, Pak Raymond, dan Pak Agung).

Setelah itu, dilanjuti dengan sesi diskusi oleh tim promotor untuk hasil sidang ini. eng ing eng.... ini moment yang sangat menegangkan, harus banyak berdoa agar hasil nya baik (lulus) walaupun sudah berusaha maximal.

Kemudian dipanggil kembali ke dalam ruangan, dan diumumkan hasilnya, hasil diumumkan oleh Promotor (Prof. Harjanto) dan puji Tuhan hasil nya LULUS.
Rasanya senang sekali, tidak sia-sia usaha selama ini, hilang sudah rasa lelah, ngantuk berganti rasa puas dan bahagia.

Sesi foto bersama:

(Agung Trisetyarso, Karto Iskandar, Harjanto Prabowo, Raymond Kosala)

Setelah sidang, ada notulen sidang berisi daftar saran dan perbaikan yang harus dilakukan. Semangat Karto..... segera lakukan perbaikan dan Go Sidang Tertutup.

Salam,
Karto





Wednesday, January 9, 2019

Manfaat Atthasila

Atthasila yang dijalankan dengan baik membawa kebahagiaan dalam kehidupan dan membawa tujuan hidup yang luhur bagi pelakunya.

Orang yang hidup sederhana adalah orang yang mudah dilayani, mudah diladeni karena hidupnya tidak macam-macam. Ia akan mudah menghadapi hidup karena lebih bisa menerima segala kondisi tanpa mengeluh. Dan sikap mental seperti itu bisa diperoleh dengan melakukan latihan Atthasila. 

Dalam Digha Nikaya: Maha Parinibbana Sutta, Guru Agung mengatakan: "Ia yang melaksanakan Sila dengan baik, nama harumnya tersebar luas hingga sampai ke alam dewa, Ia akan memperoleh kekayaan lahir dan batin, tanpa ketakutan dan keraguan, ia dipuji oleh orang yang bijaksana, meninggal dengan tenang, dan terlahir di alam surga." Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat pelaku Atthasila tidak hanya pada kehidupan saat ini saja, tetapi manfaatnya dapat juga dirasakan hingga kehidupan selanjutnya terlahir di alam surga.

Delapan moralitas yang dilatih dalam Atthasila adalah: menghindari pembunuhan makhluk hidup; menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan; menghindari perbuatan tidak suci; menghindari ucapan yang tidak benar; menghindari minuman memabukkan, hasil penyulingan atau peragian yang menyebabkan lemahnya kesadaran; menghindari makan makanan setelah tengah hari; menghindari menari, menyanyi, bermain musik, dan pergi melihat pertunjukan; memakai, berhias dengan bebungaan, wewangian, dan barang olesan (kosmetik) dengan tujuan mempercantik tubuh; dan menghindari penggunaan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan besar (mewah).

Atthangasila ini selain jumlahnya lebih banyak daripada Pancasila Buddhis, manfaatnya yang diperoleh jauh lebih banyak. Karena di dalam Atthanga Sila ini, upasaka-upasika melatih diri melakukan latihan-latihan yang bisa dikatakan latihan untuk mengurangi kekotoran batin, yaitu keserakahan, kebencian, dan keegoan. Mengapa kita perlu mengurangi kekotoran batin? Karena itulah sumber masalah dalam hidup kita.

Berikut penjelasan manfaat Atthangasila tersebut:
Jika kita tidak melakukan pembunuhan makhluk hidup, berarti kita melatih diri untuk tidak membenci atau serakah. Hal ini disebabkan karena kita melakukan pembunuhan makhluk hidup disebabkan kebencian atau keserakahan kita.
Jika kita tidak mengambil barang yang tidak diberikan, akan mengurangi keserakahan kita. Karena kalau kita dengan mudah mengambil dan memakai barang orang lain yang tidak diberikan, itu berarti serakah. Jika kita mengambil atau mencuri, akan menambah keserakahan.
Menghindari kehidupan tidak suci juga merupakan latihan mengurangi keserakahan kenikmatan indera.
Jika kita bicara seperlunya tentu tidak memberi kesempatan keserakahan, kebencian, keegoan, dan kesombongan keluar.
Menghindari makanan atau minuman yang menyebabkan mabuk juga menghindari keserakahan.
Tidak makan di atas pukul 12 siang juga merupakan latihan mengurangi keserakahan.
Menghindari menari, menyanyi, bermain musik, dan pergi melihat pertunjukan merupakan latihan untuk mengurangi keserakahan.
Tidak memakai, berhias dengan bebungaan, wewangian, dan barang olesan (kosmetik) dengan tujuan mempercantik tubuh akan mengurangi keegoan dan kesombongan. Karena ketika kita berhias, biasa akan muncul keegoan. Merasa diri paling cantik. Itu adalah ego, keakuan.
Menghindari penggunaan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan besar (mewah) akan mengurangi keserakahan, karena kita menikmati tempat-tempat yang seperti itu, yang enak-enak.

Jika ini dilatih dengan sungguh-sungguh, maka akan menjadi orang yang sangat mudah dilayani, mudah sekali diladeni, sangat sederhana, sangat bersahaja, tidak akan membuat menderita, kekurangan tidak menjadi stres, akan menerima dengan lapang dada dan bisa beradaptasi di mana pun berada.

Orang yang melatih sila dengan bersungguh-sungguh akan membentuk karakter. Karakter yang mudah dilayani, simpel hidupnya, tidak neko-neko, tidak punya keinginan macam-macam, tidak ingin berbuat kejahatan. Dan itulah yang terdapat dalam Atthangasila. Karakter yang tidak akan neko-neko. Hidupnya juga akan simpel, sederhana, mudah dilayani, tidak macam-macam keinginannya, tidak menuntut macam-macam.

Dengan tekun melatih diri menjalankan Atthasila akan membuat hidup kita jadi tenang. Kalau kita melaksanakan ini, ke manapun pergi kita tersenyum, tidak ada masalah, karena bisa menerima kondisi yang seperti apa saja. Hidup kita akan tenang dan tenteram.

"Jadi siapapun —laki-laki atau perempuan— yg dilengkapi dgn kebajikan-kebajikan dr delapan faktor Uposatha ini, telah melakukan perbuatan bermanfaat, menghasilkan kebahagiaan, melampaui celaan, menuju pada kondisi surgawi" Anguttara Nikaya 

Moralitas adalah perlindungan sejati seseorang. Setelah melakukan apa yang bajik dan baik, Ia tidak akan menyesal atau menyalahkan dirinya, dan orang bijaksana tidak menyalahkannya. Moralitas adalah dasar tertinggi untuk keamanan, fondasi untuk ketekunan dan sebuah berkah.
Buddha Dhamma adalah ajaran yg berisikan praktik dan bukan ajaran untuk diyakini, untuk itu sangat penting bagi kita untuk meraih manfaat Dhamma itu sendiri dengan mempraktikkan ajaran. Dhamma akan melindungi mereka yang mempraktikkannya. Dengan mempraktikkan Sila maka kita juga mencegah lenyapnya Dhamma sejati seperti yg diungkapkan oleh Sang Buddha dalam Samyutta Nikaya 16.13.

Sumber: Internet, Samyutta Nikaya, Anguttara Nikaya, Bhikkhu Janaka, Bhikkhu Jotidhammo.


Wednesday, December 19, 2018

The Rising Star - Nayottama

The Rising Star - Nayottama


Umur 6 tahun, kelas 1 SD, Bintang yang akan bersinar terang suatu hari nanti.

Thursday, December 13, 2018

Happy Birthday Dewi 2018

Tanggal 13 Desember 2018, istri tercinta, Dewi Hartinawati ulang tahun, yang ke (sensor), hahaha.....

Pada tanggal ini, dan bulan ini, seorang wanita dengan kebaikan hati luar biasa dilahirkan ke dunia ini. Aku sangat bangga bisa menjadi teman baiknya dan juga dipilih untuk menjadi pendamping hidupnya, suatu berkah yang luar biasa.

Rasanya senang sekali dan berbahagia karena masih diberi kesempatan merayakan bersama orang2 yang dicintai.

Foto merayakan ulang tahun bersama anak2, suami, dan Engkong Kode Tanjung




 diberkati dengan anak2 yang luar biasa, dan sangat mencintai beliau.


 Hadiah ulang tahun, buku Fantastic Beasts, lumayan buat baca sambil menunggu customer, hehehe...

Merayakan ulang tahun bersama suami tercinta di Hachi Grill Alam Sutera:
 dinyanyikan lagu ulang tahun oleh Hachi Grill :)

Rasanya senang sekali, dikasih lilin, make a wish

Selamat ulang tahun, istriku! Harapanku untukmu adalah untuk memancarkan kebaikan, mencintai hidup dan tak pernah berhenti bermimpi, seperti yang selama ini telah kamu lakukan.

Nih foto makan2 sudah pada habis, kenyang banget.

Di hari ini, ku ingin mengucapkan terima kasih telah menjadi seseorang yang mendengarkan keluh kesahku dan menjadi penyemangat hari-hariku. Semoga Tuhan senantiasa memberikan perlindungannya padamu. Selamat ulang tahun sayang, semoga hidupmu akan selalu dipenuhi dengan kebahagiaan.

 Foto bersama di depan Hachi Grill

Dari relung hati yang terdalam, ku bersyukur pada Tuhan, Buddha, Allah yang maha esa, karena berkahnyalah, kau hadir selama ini di sampingku. Dan di hari ini, aku berharap kau akan mendapatkan kebahagiaan dari orang-orang yang juga mengasihimu seperti aku. Semoga harimu kedepan akan terus berlimpah dengan kebahagiaan...