Tuesday, September 8, 2020

Tirokudda Sutta

1.
Tirokuddesu titthanti
sandhisañghãtakesu ca
dvãrabãhãsu titthanti
ãgantvãna sakaṁ gharaṁ

        
Di luar dinding mereka berdiri dan menunggu,
Dan di perempatan serta pertigaan jalan:
Kembali ke rumah mereka yang dahulu,
Mereka menunggu di samping tiang-tiang gerbang.


2.
Pahute annapanãmhi
khajjabhojje uppatthite
na tesaṁ koci sarati
sattanaṁ kammapaccaya

Tetapi ketika pesta besar disiapkan
Dengan beraneka ragam makanan dan minuman,
Bahwasanya tak seorang pun mengingat
Makhluk-makhluk itu berasal dari tindakan-tindakan lampau mereka.         

3.
Evaṁ dadanti ñãtînaṁ
ye honti anukampakã
suciṁ panîtaṁ kãlena
kappi yaṁ panabhojaṁ

       
Demikianlah mereka yang (adalah) penuh kasih sayang
Di hati memberi bagi sanak saudara
Minuman dan makanan seperti itu yang murni
Dan baik serta cocok pada saat-saat ini:

4.
Idaṁ vo ñãtînaṁ hotu
sukhitã hontu ñãtayo (3x)
te ca tattha samãgantvã
ñãtipetã samãgatã

‘Maka biarlah ini untuk sanak-saudara
’‘Semoga sanak-saudara memperoleh kebahagiaan.
’Makhluk-makhluk halus dari sanak saudara yang telah meninggal ini
Yang berhimpun dan berkumpul di sana        

5.
Pahute annapãnamhi
sakkaccaṁ anumodare
ciraṁ jivantu no nãtî
yesaṁ hetu labhãmase

Dengan bersemangat akan memberikan berkah mereka
Atas beraneka ragam (berlimpah) makanan dan minuman:
‘Maka semoga sanak saudara kita berumur panjang,
‘Oleh karena merekalah kita memiliki perolehan ini;

6.
Amhãkanca katã pūjã
dãyakã ca anipphalã
na hi tattha kasi atthi
gorakkh’ettha na vijjati

‘Karena penghormatan bagi kita telah dilakukan,
‘Tak ada pemberi yang pernah kekurangan buah.
’Karena di sana tidak pernah ada pembajakan,
Tidak juga terdapat pengembalaan-ternak apa pun,      

7.
Vàṇijjà tàdisã n’atthi
Hiraññena kayàkkayaṁ
Ito dinnena yàpenti
Petà kàlakatà tahiṁ

Sama juga tidak ada perdagangan,
Tidak juga pertukaran uang emas:
Makhluk halus sanak-saudara yang telah meninggal itu
Hidup di sana dari pemberian yang diberikan di sini;

8.
Unname udakaṁ vaññaṁ
Yathà ninnaṁ pavattati
Evam eva ito dinnaṁ
Petànaṁ upakappati

Seperti air hujan yang tercurah di bukit
Mengalir turun mencapai lembah yang kosong,
Demikianlah pemberian yang diberikan di sini dapat berguna
Bagi setan sanak-saudara yang telah meninggal.

9.
Yathà vàrivahà pūrà
paripūrenti sàgaraṁ
Evam eva ito dinnaṁ
petànaṁ upakappati

Seperti dasar-sungai yang bila penuh dapat menampung
Air yang turun mengisi lautan,
Demikian pula pemberian yang diberikan di sini dapat berguna
Bagi makhluk halus sanak- keluarga yang telah meninggal.

10.
Adàsi me, akàsi me
Ñàtimittà sakhà ca me
Petànaṁ dakkhiṇa dajjà
Pubbe kataṁ anussaraṁ

‘Dahulu dia memberi kepadaku, dia bekerja untukku,
‘Dahulu dia adalah sanak –saudaraku, temanku, sesamaku’.
Maka berikan dana bagi mereka yang telah meninggal,
Dengan mengingat apa yang dahulu biasa mereka lakukan.

11.
Na hi ruṇṇaṁ và soko và
Yà cañña paridevanà
Na taṁ petanamatthaya
Evaṁ tiṭṭhanti ñàtayo

Bukan ratap tangis, bukan pula kesedihan,
Bukan berkabung jenis apa pun, menolong
Mereka  yang telah meninggal, yang sanak-saudaranya tetap
(Tidak bisa menolong mereka dengan bertindak) demikian.

12.
Ayañ ca kho dakkhiṇà
Dinnà sañghamhi supatiññhità
Dãgharattaṁ hitày’assa
Thànaso upakappati

Tetapi ketika persembahan ini diberikan
Dan ditempatkan dengan baik di dalam Sangha
Bagi mereka, maka dana itu bisa berguna lama
Bagi mereka di masa depan dan juga segera.

13.
So ñàtidhammo ca ayaṁ nidassito
Petàna pūjà ca katà ulàrà
Balañca bhikkhånamanuppadinnaṁ
Tumhehi puññaṁ pasutaṁ anappakanti.

Demikianlah, Dhamma bagi sanak-saudara telah ditunjukkan,
Juga bagaimana penghormatan yang tinggi bagi yang telah meninggal dilakukan,
Dan bagaimana para Bhikkhu dapat pula diberi kekuatan,
Dan bagaimana jasa kebaikan yang besar dapat disimpan olehmu.


No comments: